June 13, 2024

Peacefull Chistmas (Natal Yang Damai)

0

Berbahagialah orang yang membawa damai karena mereka akan disebut
anak-anak Allah.
Matius 5:9

Begitu cepatnya waktu berlalu, tanpa terasa kita sudah tiba di bulan Desember 2020. Sudah sekian lama juga kita menikmati suasana di luar kebiasaan kita sebelumnya.

Covid-19 mengubah banyak hal, dari segi pendidikan mulai tingkat dasar sampai mahasiswa, hingga acara wisuda di lakukan secara virtual dan alumni yang belum bekerja semakin sulit mendapatkan pekerjaan. Ibadah dan meeting juga dilakukan secara online.

Para pemimpin perusahaan berpikir bagaimana mempertahankan bisnis berjalan dan menjaga agar karyawan tidak sampai di PHK, yang kenyataannya banyak juga perusahaan dengan terpaksa merumahkan karyawannya, begitu juga para pengusaha tidak sanggup mempertahankan usahanya.

Kekuatiran akan kesehatan selalu dipenuhi rasa takut  dan was-was terkena covid-19, kekuatiran tidak cukupnya ekonomi atas kebutuhan rumah tangga dan biaya pendidikan anak-anak, serta luka kesedihan saudara-saudara kita yang di tinggalkan oleh orang-orang tercinta.

Kelelahan orang-orang tim medis dalam memberi pelayanan terbaik terhadap pasien yang terkena covid-19, kesibukan dan kelelahan pemerintah dalam mengatasi situasi sekarang serta menghadapi tingkah laku orang yang tidak mematuhi protokol kesehatan dan lain sebagainya.

Saya juga tidak pernah terpikir covid-19 menyebabkan saya terkena pensiun dini/phk, dimana masa kerja yang sudah saya jalani 23 tahun lebih, disaat yang sama anak masuk kuliah, dan cicilan usaha keluarga yang harus dibayar tepat waktu.

Berbagai kondisi di atas adalah sebuah hiruk pikuknya permasalahan hidup kita,yang kadang tanpa kita sadari hati dan pikiran kita penuh dengan kekuatiran dan kegelisahan, hingga kita kehilangan damai sejahtera.

Hak istimewa yang kita miliki sebagai anak-anak Tuhan dalam menghadapi kondisi diatas yaitu kita tetap memiliki PENGHARAPAN”

Kedamaian adalah sesuatu suasana yang begitu indah, yang setiap orang mau memilikinya dan diusahakan oleh banyak orang di dunia ini. Kedamaian adalah sebuah keadaan yang harmonis, tenang, dan tenteram. Kedamaian adalah keadaan tidak ada rasa takut, kuatir, dan tidak ada  konflik di sana.

Isi “khotbah dibukit” pada Matius 5 tentang ucapan bahagia, semuanya bertentangan dengan logika , tetapi itulah damai sesungguhnya yang Tuhan ajarkan kepada kita. Dengan situasi yang kita hadapi saat ini, ada Yesus Kristus sebagai pengharapan kita sehingga walaupun ada kekalutan pikiran atau kegaduhan di luar, kita tetap memiliki damai yang luar biasa.

“Natal yang damai”, natal kali ini akan memberikan suatu suasana  dan makna yang sesungguhnya buat kita semua,anak-anak Tuhan. Kita bisa berdiam diri bersama Tuhan, merenungkan dan menarik diri kita untuk masuk ke hati yang paling dalam, tanpa disibukkan oleh rutinitas acara kemeriahan yang hanya sebagai formalitas. Ini saatnya kita merenung seperti syair lagu “Malam Kudus”

1.Malam kudus, sunyi senyap, dunia terlelap;

   Hanya dua berjaga terus ayah bunda mesra dan kudus;

   Anak tidur tenang, Anak tidur tenang.

2. Malam kudus, sunyi senyap, kabar baik menggegap;

    bala sorga menyanyikannya, kaum gembala menyaksikannya;

   “Lahir Raja Syalom, lahir Raja Syalom!”

3. Malam kudus, sunyi senyap, kurnia dan berkat

    tercermin bagi kami terus di wajahMu, ya Anak kudus,

    cinta kasih kekal, cinta kasih kekal.

Dalam keheningan natal kali ini kita dapat memperingati kelahiran Raja Syalom sebagai pemberi damai yang luar biasa di hati kita sehingga kita secara pribadi juga dapat menjadi pembawa damai bagi orang lain.

Nas : Mat 5:9

“Yang membawa damai” adalah orang-orang yang telah diperdamaikan dengan Allah. Mereka berdamai dengan Allah karena salib Tuhan kita Yesus Kristus.

Orang yang membawa damai, sudah pasti dia hidup dalam damai, dan setiap orang yang merindukan damai pasti sangat bahagia apabila bertemu dengan pembawa damai.

Kita semua sebagai pembawa damai, sehingga kita di sebut anak-anak Allah

“Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya.” (Lukas 2:14).

“Allah damai sejahtera” (Ibr. 13:20-21). Maka Allah damai sejahtera, yang oleh darah perjanjian yang kekal telah membawa kembali dari antara orang mati  Gembala Agung segala domba, yaitu Yesus Tuhan kita,  kiranya memperlengkapi kamu dengan segala yang baik untuk melakukan kehendak-Nya dan mengerjakan di dalam kita  apa yang berkenan kepada-Nya, oleh Yesus Kristus. Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya! Amin

 

Eben Haeser br Sinuraya

Alumni FEBD3 USU’92

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *