June 13, 2024

KEDAMAIAN YANG SEJATI

0

Shalom bagi kita semua,

Setiap manusia pasti ingin merasakan kedamaian dalam hidup, namun masih punya persepsi yang berbeda juga dalam memaknainya. Beberapa orang mungkin merasakan damai ketika memiliki jabatan yang tinggi sehingga mendapat uang lebih banyak dan kekuasaan, ada yang memperoleh kedamaian ketika hidupnya tidak punya masalah/krisis, ada yang merasakan kedamaian ketika keluarga tetap sehat, bahkan dikondisi dunia saat ini pandemi covid-19 ada yang merasakan kedamaian ketika wabah ini usai, pasien yang dinyatakan positif covid-19 akhirnya sembuh dan jumlah yang meninggal tidak ada lagi. Jika kedamaian yang seperti itu, apakah anda pernah menghitung berapa besar usaha dan materi yang dikeluarkan untuk memperoleh kedamaian tersebut? Jika memperolehnya, apakah kedamaian tersebut akan bertahan kekal?

 

Mari kita lihat pandangan Alkitab tentang kedamaian dalam Yesaya 8:23,9:1-6. Di sini nabi Yesaya menubuatkan datangnya Raja Damai yang menuntun umat Allah kepada sukacita, damai sejahtera, kebenaran dan keadilan, yaitu: Mesias, Anak Allah. Kalimat pertama dalam perikop ini (ay. 23) menyimpulkan dari pasal sebelumnya bahwa segala sesuatu yang dialami bangsa Israel dalam masa pembuangan tampak hanya ada kesesakan, kegelapan, dan kesuraman. Lama sekali Israel tanpa Allah yang benar, tanpa ajaran dari imam dan tanpa hukum, serta keadaan lahiriah mereka yang tanpa harapan, zaman itu tidak dapat orang pergi dan pulang dengan selamat (2 Tawarikh 15:3,5). Namun tidak selamanya masa kesuraman itu dialami oleh umat Allah.

 

Bangsa yang berjalan didalam kegelapan itu telah melihat terang yang besar (ay. 1). Terang itu menimbulkan banyak sorak-sorak dan sukacita karena telah menumbuhkan bangsa itu oleh belas kasihan (ay. 2). Terang yang diberikan membawa pembebasan bagi orang orang tawanan, dan pembebasan itu dilakukan oleh Roh yang bekerja seperti api (Mat. 3:11). Pembebasan ini tidak bersifat peperangan duniawi tetapi pekerjaan Allah didalam hati manusia (ay. 3). Namun siapa dan dimana Dia yang akan melakukan dan menyelesaikan pembebasan ini bagi umatNya? Nabi Yesaya memberitahu (ay. 5,6)  bahwa itu dilakukan oleh Mesias, Anak Domba yang disembelih, yang telah ada sejak dunia dijadikan (why.13:8). Dia adalah penasihat ajaib yang  melalui semua perbuatan dan mujizatNya sempurna dan kekal; Dia adalah Allah yang perkasa yang mempunyai kuasa untuk menuntaskan pekerjaanNya; Dia adalah Bapa yang kekal yang adalah satu dengan Bapa pencipta kehidupan; Dia adalah Raja Damai yang menciptakan, memerintah dan menjaga kedamaian. KedatanganNya membawa damai bagi hubungan manusia dengan Allah akibat dosa melalui pembebasan dari dosa dan kematian, serta damai sejahtera yang diberikan bagi umatNya itu bersifat kekal karena didasarkan dan dikokohkan dengan keadilan dan kebenaran dari sekarang sampai selama-lamanya (ay.6), yaitu digenapi melalui kematian-Nya di kayu salib (Gal.3:13).

 

Inilah kedamaian yang sejati, ketika hubungan Allah dengan manusia yang telah rusak akibat dosa kembali dibenarkan dihadapan Allah. Hanya karena kemurahan hatiNya Ia membebaskan umatNya dari kegelapan, kesuraman, kesesakan dengan mengutus anakNya. Kedamaian itu tidak diperoleh dengan usaha manusia, bayaran materi, tidak sementara dan tidak seperti saya dan kamu peroleh dari dunia ini. Tetapi kedamaian itu adalah anugerah Allah, tidak dapat dibayar dengan apapun dan bersifat kekal.

 

Sebagai orang percaya yang telah memperoleh kedamaian itu, saya ingin mengajak kita kembali merenung. Jika kedamaian itu telah kita peroleh, kedamaian apa lagi yang ingin kita cari didunia ini? Mungkin masalah-masalah/krisis yang kita hadapi sering membuat hati kita merasa tidak damai, kehilangan kontrol diri, kemarahan dan seakan semuanya penuh kesesakan. Apakah kedamaian yang Allah berikan seperti itu? jelas bukan. Damai yang Allah berikan ialah kita memiliki hubungan yang baik dengan Allah dan menikmatiNya dalam setiap waktu sekalipun kondisi penuh kesesakan. Seperti Paulus dalam pelayanannya (2 Kor. 6:9-10) “mereka dianiaya dengan nyaris mati dan dihajar namun tetap hidup karena Tuhan memelihara; sebagai orang berdukacita, namun senantiasa bersukacita; sebagai orang miskin, namun memperkaya banyak orang.” Kehidupan seperti ini dijalani karena telah memperoleh damai sejahtera dari Allah dan dimana ada kebenaran disitu akan tumbuh damai sejahtera sehingga orang yang tidak hidup didalam kebenaran tidak akan pernah puas mencari damai.

Sebagai umat-Nya yang Tuhan kasihi, bulan desember telah tiba dan biasanya setiap umat Kristen merayakan Natal sebagai peringatan kelahiran Yesus Kristus, Raja Damai bagi dunia. Melalui perayaan Natal tahun ini, sekalipun dalam kondisi pandemi covid-19, krisis  yang menimpa, dan masalah- masalah pemerintahan lainnya, marilah kita bukan lagi sebagai pencari kedamaian tetapi pemberita damai Allah melalui hidup kita dalam perkataan dan perbuatan sehingga orang lain dapat menyaksikan, merasakan dan mengenal Raja Damai. Mari hidup seperti Dia yang penuh belas kasih dan damai sejahtera. Tuhan memberkati kita, selamat Natal.

 

 

 

Salam, Susanna K.Y Silalahi, S.KG

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *