April 14, 2024

Pelatihan Pemuridan : Kehidupan yang Berakar dan Berbuah

0

Puji Tuhan pelatihan pemuridan pada Rabu, 26 Oktober 2022 terlaksana dengan baik. Kita bersyukur atas kehadiran peserta sebanyak 18 orang. Pertemuan ini merupakan pertemuan yang terakhir pada pelatihan pemuridan 2022. Di pertemuan terakhir ini, semua narasumber terlibat dan berbagi kesaksian hidup. Jadi, ini merupakan sesi di mana narasumber dan peserta dapat berdiskusi mengenai kehidupan yang berakar dan berbuah.

Kecukupan yang dimiliki para murid tidak didasarkan pada kestabilan gerakan pelayanan, karena kestabilan itu tidak pernah ada. Keyakinan dan rasa aman mereka berakar kuat dalam Kristus. Sebab itu, iman mereka terus makin kuat dan bertumbuh. Di dalam Kristus, mereka diperlengkapi penuh, sehingga memiliki akar yang dalam dan sayap yang kuat. Berakar dan berbuah merupakan masalah kehidupan batin. Sementara, tujuan dan pencapaian dalam hidup merupakan hasil dari kehidupan batin yang berakar dan berbuah. Bagaimana supaya kita memiliki kehidupan yang berakar dan berbuah?

Bertahanlah meski beban makin berat. Tanggalkan dosa dan mata tertuju pada Yesus. Sebab dosa jadi beban yang menghambat pertumbuhan ke arah Dia. (Pdt. Ferdinand Hutabarat, S.Si.

Buah yang baik adalah hasil dari pertumbuhan yang baik/sehat. Ketergantungan penuh kepada Allah membuat kita senantiasa berbuah dan kita akan dibersihkan oleh firman-Nya. (dr. Evraim Hutagalung, M.Kes)

Hal penting bagi kita agar senantiasa berbuah adalah memperoleh hikmat dan pengertian yang benar. Doa dan firman begitu penting sebagai aktivitas rohani agar kita bertumbuh dalam kasih karunia Allah. (Meianita Sipayung, S.Si)

Kita bersyukur atas pelatihan pemuridan yang telah selesai. Kita berdoa agar kiranya setiap materi yang boleh dipelajari selama pelatihan ini senantiasa diaplikasikan di dalam hidup dan pelayanan setiap peserta. Soli Deo Gloria!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *