June 13, 2024

Menyambut Yesus dalam Kasih dan Pengabdian

0

(Kolose 1:15-28)

 

Pada Yohanes 14:3 kita bisa melihat bahwa Tuhan Yesus sendiri telah berjanji akan kembali dan akan mempersiapkan tempat bagi kita di sisi-Nya. Maka kita juga harus mempersiapkan diri untuk melakukan penyambutan. Namun, seringkali kita diperhadapkan tentang pengharapan kita akan kedatangan sang Kristus. Kita sering mempertanyakan pada hati, sampai kapan pengabdian diri harus diberikan bagi Juru Selamat? Benarkah Ia akan kembali menjemput kita? Atau bahkan, benarkah Kristus itu ada?

Pada Kolose 1:23 rasul Paulus berkata bahwa kita harus tetap bertekun dan jangan mau digeser dari pengharapan Injil. Injil sendiri telah tersebar ke penjuru dunia. Para pelayan Tuhan telah menjadi alat penyebaran tersebut. Jika ternyata Injil adalah sebuah kebohongan belaka, bukankah seluruh tenaga para pelayan Tuhan sia-sia? Bukankah lelah mereka menjadi tidak berguna? (1 Korintus 15:14)

Lalu apa sebenarnya yang dimaksud dengan menyambut Yesus dalam kasih dan pengabdian? Berikut beberapa sikap dan penerapan hidup dalam menyambut Yesus:

  1. Menerima Tuhan dengan sepenuh hati. Dalam hal ini dibutuhkan kelembutan hati dan keterbukaan (seperti seorang anak kecil) pada Kristus.
  2. Keteguhan Iman, yaitu menjadikan Kristus sebagai titik fokus kehidupan dan hanya berorientasi akan diri-Nya.
  3. Hadirnya pengharapan akan Tuhan di tengah kehidupan. Artinya, tidak menjadi anak-anak Tuhan yang mudah putus asa, tapi selalu berserah dan memiliki kepercayaan bahwa Kristus akan memberi pertolongan.

Jika kita memiliki pengharapan untuk sesuatu yang akan datang atau sesuatu yang belum kita lihat, kita akan menyambutnya dengan kasih sukacita yang luar biasa dan penuh dengan ketekunan (Roma 8:25). Sampai saat penantian kita datang, berbagai penderitaan akan terus coba mengikis kepercayaan. Kita akan dihujani pertanyaan, tentang mengapa Tuhan membiarkan ini/itu terjadi. Namun, satu hal yang perlu diingat, bahwa Kristus sudah terlebih dulu menderita dan Ia selalu ikut menderita bersama kita.

 

Note: Ingatlah akan satu hal! Kita akan memiliki banyak pendukung ketika akan mencari permusuhan, tapi kita akan memiliki banyak permusuhan ketika kita mencari perdamaian. Sampai saat-Nya tiba, tetaplah kuat meski dunia mulai menebar hasut dan derita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *