June 13, 2024

Melayani mereka yang terabaikan

0

By : Anonim

Kehidupan setiap insan di dalam dunia ini tidak terlepas dari rencana Tuhan Yesus Kristus Sang Juruselamat. Setiap kita dilahirkan kemudian dibesarkan di sebuah keluarga dan linkungan masyarakat baik itu di desa maupun di kota ataupun di keduanya pada masa-masa kanak-kanak sampai kita menjadi dewasa dan menjadi tua dan akhirnya menghadap sang Pencipta. Demikian juga saya dilahirkan di sebuah desa dan bertumbuh di desa kemudian merantau ke kota untuk bersekolah sampai akhirnya berpindah ke kota atau ke pulau yang berbeda tempat atau pulau dengan tempat kelahiran saya.

Saya dilahirkan dalam sebuah keluarga Kristen dan di didik dalam  sebuah gereja aliran Roh Kudus yang bernama gereja Greformeerd yang dirintis oleh misionaris dari Nederland di Sumatera Utara pada tahun 1960 an. Ayah dan Ibu saya mengikut Tuhan Yesus Kristus dan dibimbing oleh misionaris tersebut yang berkantor pusat di kota Pematang Siantar pada waktu itu. Dari kecil saya di didik untuk berdoa dan beribadah ke gereja oleh orang tua saya dan rumah kami sering menjadi tempat para hamba Tuhan untuk menginap selama berhari-hari bahkan berminggu-minggu dan sering dijadikan menjadi tempat ibadah belajar Firman Tuhan untuk masyarakat desa.

Latar belakang menjadi orang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus

Pada waktu saya duduk di kelas VI SD Negeri di desa saya, menjelang ujian akhir yang pada waktu itu dipakai istilah EBTANAS singkatan dari Evaluasi Belajar Tahap Akhir Nasional, hidup saya mengalami titik kulminasi terendah disebabkan ayah yang mencintai keluarga kami dan yang menjadi andalan dalam hidup kami dipanggil Tuhan Yesus Kristus dari kehidupan kami dan hal yang paling saya takuti dulu ketika saya anak-anak adalah kehilangan ayah atau ibu pada masa kanak-kanak saya.  Pada malam hari saat ayah saya meninggal dunia disebabkan oleh penyakit yang dialami yang sudah beberapa tahun terakhir, saya merasakan bahwa saya harus mengikut Tuhan Yesus Kristus dengan sungguh-sungguh sebab saya telah kehilangan ayah saya yang menjadi tumpuan harapan bagi keluarga kami selama ini.

Saya membutuhkan waktu 3 tahun lebih terus mencari agar saya mendapatkan bimbingan yang sangat jelas untuk mengikut Tuhan Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi saya. Pada waktu saya melihat spanduk bertuliskan Kebaktian Kebangunan Rohani atau KKR di depan sebuah bioskop yang tidak dipergunakan lagi oleh pemiliknya di kota kecil kami bahwa akan diadakan Kebaktian Kebangunan Rohani atau KKR pada waktu itu, maka saya pun mengikuti KKR tersebut dan pada waktu itu saya sudah kelas 1 SMA dan pada saat itulah saya mendapatkan bimbingan untuk menerima Juruselamat Kristus Yesus Tuhan secara pribadi dan saya dituntun untuk berdoa mengaku dosa dan mengundang Tuhan Yesus Kristus masuk menjadi Tuhan Juruselamat dan Raja di dalam hidup saya.

Setelah mengaku percaya kepada Yesus Kristus Tuhan secara pribadi, kemudian saya mengikuti Kelompok Penelaahan Alkitab atau Kelompok Kecil yang diadakan setiap minggu di rumah keluarga seorang Kepala Polisi Resort atau Kapolres pada waktu itu karena kebetulan Kapolres dan Istrinya adalah orang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus. Setiap Minggu, kami mendapatkan tim pembimbing yang datang dari kota Medan yang berasal dari sebuah Yayasan Penginjilan dan dari para hamba Tuhan dari Yayasan ini juga yang mendoakan serta memotivasi saya untuk mau melamar atau test masuk Perguruan Tinggi Negeri di Medan. Saya mengikuti Test Masuk Perguruan Tinggi Negeri yang pada waktu itu bernama Seleksi Penerimaan Mahasiswi/a Baru atau SIPENMARU dan Tuhan Yesus Kristus menolong saya masuk di PTN Universitas Sumatera Utara atau USU.

Awal bergabung melayani di Kebaktian Mahasiswa Kristen (KMK USU)

       Pada waktu saya mempersiapkan diri untuk mengikuti Test Masuk PTN di kota Medan, saya membaca informasi pada beberapa spanduk di kampus bahwa akan diadakan Ibadah dan doa bagi para calon mahasiswi-mahasiswa yang akan diadakan di salah satu gedung Gereja di Medan. Saya pun turut menghadiri ibadah dan doa persiapan menghadapi Test SIPENMARU pada waktu itu dan saya sangat terkesan dengan kesaksian dan khotbah yang dilayani oleh pengurus KMK pada waktu itu dan saya mengambil keputusan dalam doa untuk melayani di KMK USU apabila saya diterima sebagai Mahasiswa di USU. Tuhan Yesus Kristus pun menjawab doa saya dan doa para pembimbing rohani saya.

       Setelah saya melakukan Pendaftaran dan saya pun mulai kuliah dan Kakak serta Abang dari Kordinasi KMK USU pun mengundang semua mahasiswa Kristen untuk menghadiri Ibadah KMK yang diadakan setiap hari Jumat di Aula atau di Gedung Kampus dan setelah itu saya menghadiri juga KKR yang diadakan oleh Pengurus KMK waktu itu. Dalam KKR ini saya mengambil keputusan untuk mengikuti Kelompok Kecil atau KK dan saya pun masuk dalam Kelompok Kecil dan belajar Firman Tuhan bersama teman-teman satu angkatan pada waktu itu yang dipimpin oleh Kakak dan Abang Senioren dari KMK USU.

Pada waktu semester 2 perkuliahan, di sore hari setelah mengikuti persiapan untuk Ibadah mahasiswa setiap minggu di Sekretariat KMK, seorang misionaris datang menemui kami di Sekretariat dan meminta beberapa orang dari kami untuk menyertai beliau melihat sebuah Pohon Besar pada pinggir sungai di Kota Medan yang diyakini oleh masyarakat di sekitar sungai memiliki roh penunggu atau roh jahat. Saya pun akhirnya berkenalan dengan beliau dan menjadi awal kami di KMK Fakultas di FIB USU untuk bekerjasama untuk melayani mahasiswa-mahasiswi Kristen di Kampus dan beliau bersama istrinya memiliki panggilan untuk menjangkau Suku-Suku terabaikan yang ada di Indonesia bersama dengan Organisasi yang menjadi pengutus mereka dan terpanggil untuk membentuk Tim Doa yang dinamai dengan Tim Doa Medan (TDM) yang beranggotakan kira-kira 12 orang dan semua para pelayan Tuhan Yesus Kristus di Tim Doa Medan berasal dari kota Medan. Bersama Tim Doa Medan kami melakukan Jam Doa rutin  2 kali seminggu untuk mendoakan Topik-Topik Doa mendukung Pemberitaan Injil Kristus ke berbagai suku-suku di Indonesia dan khusus kami fokus melayani kepada Suku terabaikan di Pulau Sumatera dan juga saya dan TDM pergi memberitakan Injil ke Suku-Suku tersebut dan Tuhan Yesus Kristus menyelamatkan banyak orang lewat berita Injil yang kami beritakan dan kami melakukan pembinaan yang berkelanjutan kepada petobat-petobat baru dengan mendoakan dan melayani mereka secara terus menerus sehingga petobat baru bertumbuh imannya dan siap sedia bersaksi kepada keluarganya dan saudari-saudaranya dan teman-teman mereka.

Pergi ke Pulau Jawa untuk Kuliah S2 dan Melayani Suku Terabaikan

       Setelah menyelesaikan Perkuliahan S1 saya mendapatkan kesempatan untuk belajar Theologia ke Institut Alkitab Tiranus. Setelah mulai berkuliah di IAT, saya bergabung dengan tiga orang dosen saya yang sedang melayani Suku Terabaikan di Jawa. Kami diperlengkapi secara khusus dengan belajar Bahasa Suku tersebut dan kemudian setiap hari saya didampingi para penginjil yang sudah berpengalaman menginjili antar lintas budaya untuk pergi ke desa-desa di perbukitan dan juga di Kota untuk memberitakan Injil Keselamatan Kristus Yesus Tuhan dengan pola interaktif dimana kami menjalin persahabatan terlebih dahulu kemudian kami membagikan traktat penginjilan dan mendoakan mereka tiap hari dan pada waktu ada yang tertarik kepada berita Injil, kemudian saya dan teman-teman yang melakukan penginjilan menyampaikan Injil lebih lanjut dalam Bahasa Suku mereka sampai orang yang saya dan teman-teman pemberita Injil layani bersedia menerima Tuhan Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya secara pribadi. 

       Berselang dua sampai 3 tahun melakukan Penginjilan Pribadi kepada keluarga-keluarga di desa-desa dan di perkotaan dengan berbagai metode pendekatan dan melakukan penginjilan secara konsisten kemudian kami dapat mengumpulkan lebih dari 500 orang dari berbagai kabupaten dan desa-desa untuk mengikuti Kebaktian Kebangunan Rohani yang kami kumpulkan di sebuah Gedung Sekolah Internasional dan setiap orang yang sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan Yesus Kristus atau kami memakai Tuhan Isa Al Masih sebagai Tuhan dan Juru Selamat pribadinya kemudian kami melakukan follow up dengan membimbing mereka belajar Firman Tuhan setiap minggu secara teratur dan mempersiapkan mereka juga untuk bersaksi atau menyaksikan iman mereka kepada Tuhan Yesus Kristus Juruselamat Yang kekal kepada anggota keluarga mereka setelah kami memperlengkapi mereka melalui Pelajaran Firman Tuhan dengan menggunakan Kitab Suci Alkitab dalam Bahasa Suku para petobat-petobat baru tersebut. Saya sendiri harus melakukan pelayanan ke desa-desa di atas bukit yang jauhnya 30-60 Kilometer dari Kota dan saya melakukannya dengan teratur setiap minggu. Setelah melayani di desa-desa selama 2 tahun secara rutin maka hampir semua keluarga satu kampung itu menjadi pengikut Tuhan Yesus Kristus.

Melayani Suku Terabaikan di Pulau Jawa

Pada tahun 2001 sampai tahun 2003 saya juga mendapat kesempatan memberitakan Injil kepada Suku Terabaikan yang ada di Pulau Jawa dan kadang-kadang saya melayani suku-suku terabaikan yang bekerja di pabrik-pabrik tetapi dengan menjalin persahabatan terlebih dulu dengan mereka dengan mengunjungi tempat-tempat kos mereka pada waktu malam hari kemudian kami membagikan Traktat berisikan Injil dan setelah mereka membacanya kami mendoakannya dan mulai bertanya apakah mereka sudah menemukan jalan yang lurus itu. Dari begitu banyak yang kami kunjungi dan membagikan traktat Injil kepada mereka akhirnya ada satu dan dua orang yang bersedia untuk berdiskusi lebih lanjut tentang siapa itu Tuhan Yesus Kristus atau Tuhan Isa Al Masih. Bagi petobat-petobat baru dibimbing terus sampai mereka mengerti dan siap memberitakan Injil kembali kepada keluarganya dan saudara-saudari mereka sehingga terjadi pemberitaan Injil itu secara alami dan ada petobat-petobat baru dari suku tertentu yang sudah dibimbing selama 2 tahun kemudian dia bersaksi kepada adik dan kakaknya dan orang tuanya dengan berbagai tantangan akhirnya ada keluarga besar yang berjumlah 7 keluarga menjadi percaya kepada Kristus Yesus Tuhan dan Juruselamat Pribadi anggota-anggota keluarga besar ini.

Kembali Melayani Suku Terabaikan di Sumatera Bagian Utara

Demikian seterusnya sampai terjadi gempabumi di salah satu Provinsi Sumatera bagian Utara, saya berangkat sebagai Volunteer terlebih dulu, kemudian saya melamar menjadi staff NGO Internasional di provinsi ini dan sambil menjalankan tugas-tugas dan tanggung jawab saya sebagai staff NGO Internasional, saya mencari para pelayan Kristus Yesus Tuhan yang mempunyai Visi dan Misi yang sama dalam penjangkauan jiwa-jiwa dan saya menemukannnya dan mulai mengajak mereka berdoa bersama setiap minggu dan saya juga membimbing mereka untuk menyaksikan Injil Kristus kepada suku-suku dimana kami semua sedang melayani dengan program bantuan kemanusiaan. Setelah ada beberapa bulan berdoa dan bersaksi kepada masyarakat dimana kami melakukan kegiatan kemanusiaan baru ada yang mengaku percaya sekeluarga setelah mereka kami doakan terus menerus dan mereka suami istri bermimpi bertemu dengan Tuhan Yesus Kristus dan mereka meminta kami membimbing iman mereka kepada Kristus Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat Pribadi mereka.

Melayani Bersama Alumni KMK atau PAK sejak akhir tahun 2016

Melalui Reuni Alumni KMK pada akhir tahun 2016 saya terpilih untuk menggerakkan Pelayanan Alumni lewat Yayasan PA KMK. Penginjilan yang bekerjasama dengan beberapa gereja-gereja mulai diaktifkan dan perhatian kepada pelayanan alumni di berbagai daerah mulai dilakukan. Demikian juga penginjilan kepada Suku-Suku terabaikan juga dilakukan kembali. Sangat bersyukur bahwa di setiap suku-suku tersebut sudah ada orang-orang yang percaya kepada Kristus Yesus Tuhan dan beribadah secara rutin setiap minggunya sekalipun dengan keterbatasan fasilitas untuk beribadah.

Melayani Bersama Lembaga Wahana Visi Indonesia di Provinsi Nusa Tenggara Barat

Pada bulan Juni 2019 saya bergabung dengan Lembaga Pelayanan Kristen yang bernama Wahana Visi Indonesia. Saya mendapat tanggung jawab sebagai Pimpinan Lombok Earthquake Emergency Response atau LEER Project dan sampai hari ini saya tetap mengemban tugas untuk memajukan Pemberitaan Injil di pelayanan PA KMK dan memastikan setiap hari Selasa malam ada Jam Doa untuk mendukukung pelayanan yang dilakukan oleh para Alumni KMK di berbagai daerah atau Provinsi dan Kabupaten. Kita sudah melakukan pelayanan Retreat Doa Virtual sebanyak 2 kali dan satu kali KKR Virtual kepada Pemudi-Pemuda di Pulau N dan Pulau M. Kami mengharapkan setiap alumni KMK akan mengambil bagian dalam pelayanan kita untuk kemuliaan Kristus Yesus Tuhan kita.

Sampai hari ini saya berdoa terus semoga Tuhan Yesus Kristus berkenan menggerakkan lebih banyak lagi para alumni KMK yang bersedia bermisi baik sebagai pendoa, pengutus dan yang pergi ke front depan untuk memberitakan Injil Keselamatan kepada setiap Suku, Bahasa dan Kaum di seluruh dunia ini untuk mempersiapkan kedatangan Tuhan Yesus Kristus kedua kalinya seperti yang disampaikannya dalam Firman Tuhan Matius 24:14 : Injil Kerajaan ini akan diberitakan kepada setiap Suku di seluruh dunia baru tiba kesudahan zaman dimana Tuhan Yesus Kristus akan datang kedua kalinya ke dalam dunia ini untuk memberikan upah kepada setiap kita yang percaya dan menghakimi seluruh umat manusia baik yang hidup maupun yang sudah mati. Amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *