July 19, 2024

Demokrasi dan Pemilihan Allah

0

Oleh : Sylvia V Sinuhaji

Mendengar kata “demokrasi”, apa yang muncul dalam pikiran saudara? Bagi saya ini mengingatkan pada sebuah sistem pemerintahan pada suatu negara  yang sistem penyelenggaraannya dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat, atau dapat pula kita sebut sebagai sistem pemerintahan dengan kedaulatan rakyat. Rakyat merupakan pemegang kekuasaan tertinggi dalam suatu pemerintahan, dan masing-masing dari mereka memiliki kesempatan dan hak bersuara yang sama dalam mengatur kebijakan pemerintahan. Dalam sistem ini keputusan diambil berdasarkan hasil suara terbanyak.

Demokrasi sendiri pada umumnya dapat dibagi dua, yaitu demokrasi langsung dan demokrasi perwakilan. Di dalam demokrasi langsung, rakyat mewakili dirinya sendiri memberikan suara atau pendapat secara langsung dalam menentukan atau memilih suatu kebijakan terhadap suatu kondisi politik yang terjadi. Sistem ini pada masa awal terbentuknya digunakan di Athena pada zaman kuno, dimana ketika terdapat suatu permasalahan, seluruh rakyat akan berkumpul membahas, dan masing-masing dari mereka akan memberikan pendapat terhadap persoalan tersebut. Sementara, di dalam demokrasi perwakilan, seluruh rakyat memilih perwakilan melalui pemilihan umum untuk menyampaikan pendapat, memimpin,  dan mengambil keputusan bagi mereka. Demokrasi inilah yang paling banyak diikuti oleh banyak negara pada masa ini.

Salah satu isu paling penting di dalam sistem pemerintahan demokrasi adalah pemilihan umum. Pemilihan yang dilakukan oleh rakyat untuk memilih para pemimpin yang akan mewakili suara mereka, pemimpin yang akan mereka pilih untuk memimpin mereka. Siapa pemimpin yang mereka pilih akan menentukan bagaimana negara tersebut akan berjalan. Apakah negara tersebut semakin sejahtera? Atau justru semakin merosot? Semua itu tergantung apakah pemimpin tersebut adalah pemimpin yang cakap, berbijaksana dan peduli dengan rakyat dan daerah yang dipimpinnya. Adalah hak dan tanggung jawab rakyat untuk menentukan pemimpin seperti yang mereka harapkan akan memimpin bangsa dan membawa perubahan bagi bangsa tersebut.

“Usahakanlah kesejahteraan kota kemana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada Tuhan, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu.”

Ini adalah Firman Tuhan kepada Nabi Yeremia untuk mengusahakan kesejahteraan sebuah bangsa yang pada kemudian hari akan Tuhan izinkan untuk menindas dan menjajah mereka. Juga Rasul Paulus pun menasihatkan kepada jemaat di Roma agar takluk patuh kepada pemerintah dimana mereka berdomisili. Menilik kondisi mereka pada waktu itu, mereka sedang dijajah, mereka sedang ditindas, juga pemerintah yang memimpin mereka jahat dan kejam. Tetapi justru Tuhan mengkehendaki agar setiap umat Tuhan berpartisipasi untuk kesejahteraan daerah dimana mereka tinggal, dan turut berbagian untuk mengusahakan kesejahteraan tempat tersebut sebaik-baiknya. Bagaimana peranan kita orang Kristen untuk “mengusahakan kesejahteraan kota” dimana Tuhan telah tempatkan kita? Bagaimana sikap kita tentang isu pemilihan pemimpin  negara kita ? Bagaimana kita menghayati kedaulatan Allah dalam sejarah sebuah bangsa dengan berbagai-bagai pemimpin?  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *