July 19, 2024

A New Beggining With God

0

GOD’S PLAN FOR ME

Melayani mereka yang belum terlayani

Diawal tahun 2019 saya bergumul kepada Tuhan tentang panggilan Tuhan (Vocation) dalam hidup saya dan merupakan waktu dimana saya harus berdiam diri dihadapan Allah dengan pertanyaan; apa yang harus kulakukan selanjutnya Tuhan? kemana Tuhan arahkan? memang pertanyaan ini Tuhan tidak langsung memberikan jawaban tetapi Tuhan mengajarkan saya untuk peka akan panggilan-Nya. Beberapa tawaran pekerjaan tetapi semuanya mengharuskan untuk siap sedia bekerja dalam tujuh hari dan itu akan sangat menyulitkan bagi saya untuk melayani baik dalam persekutuan maupun gereja sehingga lebih memilih untuk bekerja part-time. Beberapa juga tawaran pelayanan yang sedang membutuhkan staf tetapi waktu itu sulit sekali untuk menerima untuk menjadi staf dan sampai saat ini saya tidak begitu paham kenapa saya tidak menerima tawaran tersebut. Tetapi dimasa-masa itu juga ada seorang teman yang menceritakan ladang pelayanan yang belum pernah tersentuh oleh injil, tidak ada pelayan Tuhan disana, tidak ada Alkitab, tidak ada gereja dan sampai sekarang mereka hanya menuggu kedatangan para pembawa kabar baik supaya mereka bisa mendengarnya.

Ladang pelayanan tersebut hal baru bagi saya karena jarang diperdengarkan selama pelayanan dimahasiswa tetapi saya hanya berkata dalam hati kiranya ada orang yang pergi dan melayani mereka. Mereka adalah Unengaged Unreached People Groups (UUPGs) karena mereka tidak mempunyai akses injil baik karena keberadaan mereka yang sulit dijangkau karena infrastrutur, sistem pemerintahan yang berlaku di negara atau wilayah tersebut atau karena tidak ada orang percaya yang bersedia taat untuk pergi melayani mereka.  Mereka juga layak untuk mendengar injil sama seperti kita yang sudah percaya, lalu siapa yang memperdengarkan kepada mereka? Dalam Roma 10:14 “Tetapi bagaimana mereka dapat berseru kepada-Nya, jika mereka tidak percaya kepada Dia? Bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia, jika mereka tidak mendengar tentang Dia. Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakan-Nya?

Inilah waktu-waktu yang berat bagi saya untuk mengambil keputusan apakah saya akan terlibat dalam pelayanan ini atau ada hal lain yang ingin Tuhan saya kerjaka karena dalam kedaan bingung saya meminta konfirmasi dari Tuhan untuk meneguhkan saya untuk melayani UUPGs. Dalam penantian itu Tuhan berikan dua konfirmasi yang membuat saya tidak bisa mengelakkan diri untuk tidak pergi melayani UUPGs. Inilah pertama kali saya berdoa dan Tuhan jawab seperti yang saya doakan. Dasar saya berdoa seperti ini saya mengingat kisah Gideon yang juga meminta tanda kepada Tuhan ketika dia dipercayakan untuk menjadi hakim atas Israel.

Enam Bulan Pelatihan

Akhirnya saya mengambil keputusan untuk pergi, tetapi sebelum pergi keladang pelayanan maka kami harus dipersipkan dengan baik sama seperti seorang prajurit yang akan pergi berperang. Hal-hal yang dipersipakan sesuai dengan kebutuhan lapangan atau area pelayanan tetapi sebelum pergi saya sengaja mengulur waktu untuk tidak tepat waktu datang dimasa pelatihan dan saya mengulur sekitar satu bulan untuk tidak ikut pelatihan supaya ada kemungkinan untuk tidak bisa bergabung pelatihan agar akhirnya saya tidak pergi. Lagi-lagi saya menciptakan ketidaktaatan, tetapi mengingat konfirmasi dari Allah membuat saya harus pergi dan memohon kekuatan dari Tuhan untuk memberikan hati yang tulus iklas untuk mau dipimpin oleh Nya.

Enam bulan pelatihan semuanya berjalan dengan baik walaupun ada godaan dan kesempatan untuk keluar dan tidak mau pergi melayani UUPGs tetapi Tuhan tetap ingatkan akan panggilan-Nya melalui para pelatih, teman-teman dan juga ketika sedang melakukan pelayanan ke orang M mengingatkan saya bahwa mereka sangat membutuhkan jalan keselamatan.

Dimasa-masa pelaltihan juga beberapa orang yang menyampaikan pertanyaan kenapa harus jauh-jauh pergi melayani, bukankah orang yang butuhkan injil itu ada dalam keluargamu, ada di tempat tinggal mu, ada di kota mu semua mereka itu membutuhkan injil. Pertanyaan ini menjadi pengingat bagi saya bahwa keluarga saya dan orang tempat dimana saya tinggal perlu untuk dilayani tetapi mereka ini semua bukan tidak punya akses kepada injil. Bagi orang kristen yang belum sungguh-sungguh bertobat bukan mereka tidak pernah mendengar injil mungkin sudah sangat sering tetapi tidak sungguh-sungguh kembali kepada Kristus atau melayani orang M di kota saya apakah mereka juga tidak punya akses kepada injil, juga mereka bisa mendengar injil baik media sosial, ataupun ada orang percaya yang memperdengarkan kepada mereka. Tetapi UUPGs tidak punya akses untuk itu maka harus ada orang yang membuka jalan, pikiran dan menghadirkan kabar baik di tengah-tengah mereka.

Dalam Kis 1:8 “Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.”

Kata penghubung yang dipakai diatas adalah “dan” artinya siapapun sama haknya mendengar kabar baik dan tidak ada yang lebih duluan atau lebih utama. Terkecuali jikalau alkitab kita memakai kata penghubung “setelah itu”

Dalam Kis 1:8 “Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem setelah itu di seluruh Yudea setelah itu Samaria setelah itu sampai ke ujung bumi.”

Bisa lihat perbedaanya, jikalau perkabaran injil seperti ini maka beberapa misionaris dari luar mungkin belum sampai ke Indonesia karena mereka harus membereskan dulu suku/kota/negara mereka dan setelah selesai baru mereka akan pergi ke kota atau negara lain.

Mari bersyukur kepada Allah yang melayakkan setiap ciptaan-Nya untuk mengenal dan men-Tuhankan Dia tanpa membeda-bedakan.

Setelah Enam Bulan Pelatihan

Enam bulan dipersiapakan mungkin bukan hal yang terlalu sulit tetapi setelah selesai pelatihan diperhadapkan dengan tantangan yang baru yaitu harus mempunyai platform atau pekerjaan yang bisa menjadi alasan untuk bisa tinggal disuku tersebut dalam waktu yang cukp lama dan platform ini juga nantinya bisa menjadi berkat bagi orang-orang yang akan dilayani. Masuk kedaerah orang tanpa ada tujuan akan sangat berdampak buruk terhadap pendatang tersebut dan tidak mungkin juga akan terang-terangan akan memberitahu tujuan yang sebenarnya karena kita akan ditolak dan membuat injil yang seharusnya kita bawa jadi tertolak karena kita tidak mempunyani strategi yang tepat.

Dalam hal ini sangat dibutuhkan pimpinan Tuhan dan tidak bisa terburu-buru dengan keputusan manusia. Memang diperlukan kecerdikan dan ketulusan seperti kata Yesus “Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati”

Beberapa platform yang dipersiapkan tetapi sangat kesulitan juga untuk bisa berada didaerah tersebut dalam waktu yang cukup lama untuk itu perlu menunggu beberapa bulan lagi sambil terus mepersiapkan diri, baik dalam mempelajari bahasa dan kebudayaan lokal serta menunggu kejelasanplatform.

ASN Covid-19 dan Penantian

Bulan November 2019 dibuka penerimaan CPNS dengan penasaran mencoba mencari informasi apakah daerah yang saya layani membuka formasi untuk CPNS yang sesuai bidang saya. Akhirnya saya menemukan satu formasi bahwa dikota tempat daerah yang saya layani sedang dibuka formasi CPNS yang sesuai dengan bidang studi yang saya tekuni selama ini. Tanpa ada keraguan segera melakukan persiapan berkas sesuai dengan syarat pendaftaran.

Pada akhir bulan 12 tahun 2019 pengumuman seleksi berkas dan tahap pertama untuk seleksi berkas saya dinyatakan lolos, saya tidak begitu bergembira karena akan melewati dua tahap seleksi lagi yang membutuhkan persiapan yang serius. Tetapi walaupun demikian saya tetap mengucap syukur kepada Tuhan karena dengan sistem perekrutan CPNS yang dilakukan dengan online sangat memudahkan bagi pendaftar yang jauh.

Pada bulan januari 2020 diumukan seleksi tertulis tahap pertama dengan persyaratan harus pergi kedaerah dimana formasi dibuka dan didaerah itu ujian dilangsungkan. Selama ini saya tidak punya alasan untuk bisa pergi kedaerah yang saya layani tetapi melalui seleksi CPNS akhirnya saya menginjakkan kaki di daerah tersebut dan mengikuti seleksi tertulis tahap pertama. Setelah dua bulan kemudian hasil seleksi SKD diumumkan dan saya lagi dinyatakan lolos. Saya tetap mengucap syukur kepada Allah karena dia telah membawa saya sejauh itu dan tidak hanya melihat daerah yang saya layani tetapi ada harapan melalui jalur ASN saya akan menetap disana dan tahap demi tahap Tuhan tunjukkan penyertaan-Nya.

Pada bulan maret 2020 mulai muncul berita-berita hangat tentang Covid-19 dengan berbagai informasi dari media sosial yang sampai akhirnya beberapa kota di Indonesia dilakukan pemberhetian aktivitas di luar rumah dan diiberlakukan PSBB bagi kota-kota yang tingkat penyebaran covid-19 tinggi.  Akses keluar masuk kota/daerah lain dalam negeri maupun luar negeri semakin sulit dan pemerintah memberikan sanksi bagi mereka yang membuat acara dengan mengundang jumlah massa yang banyak dan tidak terkecuali untuk kegiatan seleksi SKB yang dilakukan secara nasional terpaksa dilakukan penundaan selama 6 bulan.

Penantian dalam waktu 6 bulan merupakan waktu yang tidak begitu singkat, dibutuhkan kesabaran dan pengharapan bahwa Allah yang mempunyai rencana dibalik semua peristiwa ini. Menunggu Beberapa bulan kemudian korban covid-19 makin bertambah banyak di Indonesia dan terutama di kota dimana saya masih tinggal saat itu. Mulai muncul perasaan bimbang atau khawatir dan tidak bisa juga berbuat apa-apa karena semua kagiatan luar rumah diwajibkan untuk melakukannya di dalam rumah dan ini memberikan penyakit yang baru selain covid-19. Tetapi bersyukur kepada Tuhan tidak terinfeksi covid-19 dan tetap memiliki tubuh yang sehat.

Semua orang mengalami gangguan aktivitas normal akibat Covid-19 dan semua orang diharuskan mempersiakan mental serta merubah sistem yang selama ini sudah berlaku. Bagi yang memiliki spritualitas yang baik melandaskan kepada Tuhan bahwa Dia yang mempunyai rencana atas semua ini, tetapi bagi yang tidak bisa memahami kedaan yang sedang terjadi menarik diri dan merenungkan nasib sendiri.

Allah mempunyai agenda besar dibalik Virus Corona yang tidak diketahui oleh manusia. Bagi setiap orang percaya bahwa peristiwa ini mempunyai implikasi bahwa umat Allah harus kembali kepada Allah dan memilki hubungan yang baik sebagai ciptaan dan pencipta serta kembali pada tugas yang telah Tuhan amanatkan.

Enam bulan masa penantian tetapi covid-19 juga tidak ada titik terangnya akan berhenti, beberapa kota besar di Indonesia sudah tidak memberlakukan lagi PSBB tetapi masih ada beberapa kota yang masih terus memberlakukan PSBB melihat persebaran covid-19 di daerahnya/kotanya sudah di zona merah dan akan membahayakan semua warga jika tidak diberlakukan PSBB. Melihat kondisi perekonomian Indonesia yang semakin merosot akhirnya pemerintah angkat bicara bahwa setiap akktivitas harus tetap mematuhi protokol kesehatan artinya masyarakat sudah bisa beraktivitas diluar rumah.

Bulan Oktober 2020 kembali diumumkan seleksi tertulis kedua CPNS dan kembali saya dinyatakan lolos pada akhir Bulan November 2020. Saya bersyukur kepada Tuhan bahwa ribuan orang memperebutkan kursi CPNS dan saya termasuk salah satu peserta yang lulus dari ribuan orang tersebut tetapi yang lebih meggembirakan saya adalah saya sudah bisa berada di daerah/suku yang saya layani dalam waktu yang cukup lama dan akan menjadi garam dan terang disana. Penantian platform satu tahun lebih itu semua karena kasih karunia Allah dan ada pengenalan baru kepada Allah bahwa Dia mendengar apa yang kita doakan dan akan menjawabnya sesuai pada waktunya serta Allah peduli kapada suku-suku yang masih belum mendengar nama-Nya dan belum mengenal jalan keselamatan.

Tuhan menggerakan saya yang lemah ini supaya bisa melayani suku yang sudah 2000 tahun lebih belum diperdengarkan tentang injil, apakah mereka sangat sulit untuk dijangkau, iya tetapi apakah sama sekali tidak bisa, bisa. Untuk itu diibutuhkan doa, dana dan ketaatan dari setiap anak-anak Tuhan untuk pergi dan bersaksi tentang kasih Kristus kepada setiap orang yang belum mengenal Dia.

Berada di daerah yang saya layani.

Tuhan kembali menjawab doa saya untuk sampai menginjakkan kaki di suku yang saya layani, memang tidak mudah berada didaerah yang mayoritas M dengan label agama dan suku saya yang berbeda. Memiliki sedikit kebingungan berada di daerah yang baru dengan tidak mempunyai siapapun. Hanya Tuhan yang menjadi penolong.

Harapan yang baru di Tahun 2021

Jika saya kembali kebelakang tahun 2019-2020 dan melihat melihat diri saya yang lemah dan terbatas ini seharusnya saya tidak sampai ditahap ini. Tetapi Allah yang kaya dengan karyanya untuk setiap ciptaa-Nya supaya nama-Nya dimasyurkan dan disembah oleh setiap suku, kaum, bangsa dan bahasa.

Setiap permulaan yang baik yang telah Allah kerjakan dalam hidup saya membuat saya semakin kagum akan Dia karena Allah bekerja dengan sangat kreatif membentuk dan menjadikan saya untuk ambil bagian dalam agenda besar-Nya supaya setiap suku, kaum, bangsa dan bahasa mengenal Dia.

Wahyu 7:9 “Kemudian dari pada itu aku melihat: sesungguhnya, suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak dapat terhitung banyaknya, dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa, berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba, memakai jubah putih dan memegang daun-daun palem di tangan mereka”.

Kita ini buatan Allah yang ciptakan untuk megerjakan panggilan-Nya seperti tertulis dalam Efesus 2:10 “Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya”

Kita yang seharusnya tidak mengenal Allah pencipta kita karena manusia telah jauh dari Allah dan mencari jalan masing-masing tetapi Allah yang maha kasih datang kedalam dunia ciptaanya supaya mengenal Dia dan mempunyai jalan keselamatan.

Kita yang seharusnya dihukum dan mati karena telah hidup dalam dosa tetapi Allah Tuhan berikan pengampunan dan kehidupan oleh pengorbanan-Nya dikayu salib.

Kita yang seharusnya menanggung penderitaan oleh konsekuesi langsung dari perbuatan kita yang hidup dalam dosa tetapi karena Allah pencipta kita ia mau supaya kita hidup dalam damai dan tanpa lagi diikat oleh belenggu dosa dan memberikan kita kemerdekaan didalam Yesus Kristus  Tuhan.

Kiranya ditahun 2021 merupakan permulaan yang baru yang telah Tuhan sediakan bagi kita supaya mengerti kehendak-Nya dan mengerjakan panggilan-Nya dengan berbagai prosfesi apapun kita karena Allah bekerja dengan sangat kreatif jikalau kita menyerahkan semuanya itu dalam tangan-Nya.

 

Salam Damai

Terimakasih, Selamat Tahun Baru 2021

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *